Rabu, 21 November 2012

Tugas


Tugas Kelompok B.Indonesia

Dini Hartuti Putri
Erbiyanto Nugraha
Fuji Lestari Hastuty

ARTIKEL 1
Apa yang pertama kali ada di layar monitor ketika menggunakan perangkat lunak sistem disebut antarmuka pengguna (user interface), yakni layar tampilan yang bisa dikontrol dan berfungsi sebagai jembatan bagi Anda untuk berkomunikasi atau berinteraksi dengan komputer. Seperti halnya dashboard yang terdapat di mobil, antarmuka inilah yang memberi tahu Anda mengenai apa yang sedang terjadi serta memiliki tombol dan switch untuk mengakomodasi keinginan Anda. Dari layar tersebut, Anda bisa memilih program aplikasi yang ingin dijalankan yang hendak dibuka.
1.    Menentukan ragam bahasa artikel di atas
1.       Berdasarkan pokok pembicaraan  :
o   Ragam bahasa ilmiah à karena kata-kata yang ada, mencoba menjelaskan kalau
                                                tulisan tersebut bedasarkan fakta-fakta atau kebenaran
                                                yang ada dan bersifat ilmu.
2.       Berdasarkan media pembicaraan :
Ragam tulis à karena bahasa yang digunakan melalui media tulis,tulisan ini tidak
                           memerlukan kehadiran orang lain dan tidak terikat ruang dan waktu.
o   Ragam bahasa catatan
3.       Ragam bahasa menurut hubungan antar pembicara dibedakan menurut akrab
             
tidaknya pembicara :
o   Ragam bahasa agak resmi

2.   Mencari diksi (pilihan kata) dalam bidang sitem informasi yang ditemukan pada artikel tersebut dan menjelaskan secara definitif.

ü  Kontrol       : Sistem kendali (suatu alat (kumpulan alat) untuk mengendalikan,
                 
memerintah, dan mengatur keadaan dari suatu sistem)
ü  Dashboard  : Sebuah tampilan visual dari informasi terpenting yang dibutuhkan
               
untuk mencapai satu atau lebih tujuan, digabungkan dan diatur pada
               
sebuah layar, menjadi informasi yang dibutuhkan dan dapat dilihat.
ü  Switch        : Beralih
ü  Akomodasi : Sesuatu yg disediakan untuk memenuhi kebutuhan
ü  File             : Arsip maupun data yang tersimpan di dalam komputer



3.   Menemukan kesalahan penalaran, penulisan, dan efektivitas kalimat (gramatikal kalimat) (jika ada) dan lakukan perbaikan pada kalimat tersebut.

ü  berkomunikasi atau berinteraksi     : 2 kata tersebut mempunyai arti yang sama bisa
                                                   
disebut pemborosan kata.
ü  File dan data                                   : 2 kata yang mempunyai arti serupa.
ü  “program aplikasi yang ingin dijalankan yang hendak dibuka” :
                                                   memiliki dua kata sambung yang berlebih pada satu
                                                  
kalimat‘yang’ hal ini membuat kalimat tersebut menjadi
                                                  
tidak efektif seharusnya kalimat diatas berbunyi
                                                  
“program aplikasi yang ingin dijalankan atau dibuka”,
                                                  
serta kata ‘dijalankan’ dan ‘dibuka’ pada kalimat
                                                  
tersebut mempunyai definisi yang sama yakni sama-
                                                  
sama mempunyai proses ini sudah termasuk
                                                  
kemubaziran kata.

4.   Menemukan kalimat topik dalam artikel di atas dan mengembangkan opini kalian dengan topik tersebut.

Kalimat Topik ini berada pada Awal Kalimat dimana kalimat ke 2 hanya menjelaskan dari kalimat pertama ,yaitu  kata (antarmuka,layar) dimana kalimat ke 2 menjelaskan kalimat ke 1 yaitu “antarmuka inilah yang memberi tahu Anda mengenai apa yang sedang terjadi serta memiliki tombol dan switch  demikian juga kalimat ke 3 yg menjelaskan kalimat ke 2 yaitu “Dari layar tersebut, Anda bisa memilih program aplikasi

Apa yang pertama kali ada di layar monitor ketika menggunakan perangkat lunak sistem disebut antarmuka pengguna (user interface), yakni layar tampilan yang bisa dikontrol dan berfungsi sebagai jembatan bagi Anda untuk berkomunikasi atau berinteraksi dengan komputer”.

Sistem Operasi merupakan unsur yang penting dalam  sebuah system komputer karena dengan Sistem Operasi kita dapat mengontrol, berkomunikasi, dan memilih program aplikasi. Jadi bila tanpa Sistem Operasi,pengguna tidak dapat menjalankan program aplikasi  karena Sistem Operasi akan menjadi sebuah jembatan antara user,program aplikasi dan perangkat keras komputer. Disini Sistem Operasi melakukan semua tugas-tugas penting dalam komputer dan menjamin aplikasi yang berbeda dapat berjalan secara bersamaan dengan lancar dan aplikasi lainya dapat menggunakan memori, melakukan input & output terhadap peralatan lain.


ARTIKEL 2
Scanner atau scanner optic menggunakan alat sensor cahaya (optic) untuk menerjemahkan teks, gambar, foto, dan semacamnya ke dalam bentuk digital. Gambar tersebut kemudian bias diproses oleh computer, ditampilkan di monitor, disimpan pada alat penyimpan, atau ditransmisikan ke computer lain. Scanner telah menjadi awal dunia industry baru yakni electronic imaging , integrasi, dan manipulasi gambar yang dikontrol oleh perangkat lunak dengan menggunakan scanner, kamera digital, dan computer grafis yang canggih.
1.          Menentukan ragam bahasa artikel di atas
1.      Berdasarkan pokok pembicaraan  :
o   Ragam bahasa ilmiah à karena kata-kata yang ada, mencoba menjelaskan kalau tulisan tersebut bedasarkan fakta-fakta atau kebenaran yang ada dan bersifat ilmu.
2.      Berdasarkan media pembicaraan :
Ragam tulis à karena bahasa yang digunakan melalui media tulis,tulisan ini tidak memerlukan kehadiran orang lain dan tidak terikat ruang dan waktu.
o   Ragam bahasa teknis
3.      Ragam bahasa menurut hubungan antar pembicara dibedakan menurut akrab tidaknya pembicara :
o   Ragam bahasa resmi
4.      Ragam baku àragam bahasa yang oleh penuturnya dipandang sebagai ragam yang baik. Ragam ini biasa dipakai dalam kalangan terdidik, karya ilmiah, suasana resmi, atau surat resmi.

2.            Mencari diksi (pilihan kata) dalam bidang sitem informasi yang ditemukan pada artikel tersebut dan menjelaskan secara definitif.

ü  Transmisi             : Penerusan atau meneruskan
ü  Integrasi               : Pembauran hingga menjadi kesatuan yang utuh atau bulat
ü  Manipulasi           : Tindakan untuk mengerjakan sesuatu dengan tangan atau alat-
                            
alat  mekanis secara terampil
ü  Scanner                :  Salah satu perangkat input komputer
ü  Digital                  : Hasil teknologi yang mengubah sinyal menjadi kombinasi
                             
urutan bilangan 0 dan 1  

3.            Menemukan kesalahan penalaran, penulisan, dan efektivitas kalimat (gramatikal kalimat) ( jika ada) dan lakukan perbaikan pada kalimat tersebut.

ü  Bias                      : Bisa,dapat. Terjadi kesalahan penulisan.
ü  Computer             : Komputer. Alat yang dipakai untuk mengolah data menurut
                            
prosedur yang telah dirumuskan.
ü  Industry               : Industri. Aktifitas ekonomi yang termasuk ke dalam bagian
                           
sektor sekunder.
4.            Menemukan kalimat topik dalam artikel di atas dan kembangkan opini kalian dengan topik tersebut.

Kalimat topik ini berada di awal kalimat dan di akhir kalimat sedangkan kalimat kedua hanya menjelaskan yang ada di awal kalimat.
                                                                                        
Scanner atau scanner optic menggunakan alat sensor cahaya(optic) untuk menerjemahkan teks, gambar, foto, dan semacamnya ke dalam bentuk digital.
“Scanner telah menjadi awal dunia industry baru yakni electronic imaging , integrasi, dan manipulasi gambar yang dikontrol oleh perangkat lunak dengan menggunakan scanner, kamera digital, dan computer grafis yang canggih.” Karena gagasan utama paragraf berada di akhir paragraf atau kalimat terakhir paragraf.
Dengan adanya Scanner memudahkan pengecekan harga,contohnya  minimarket yang ada saat ini telah menggunakan scanner untuk mengecek harga dan mengakumulasi harga dari suatu barang. para kasir tidak perlu menghapal harga-harga dari barang cukup dengan menempelkan Scanner di bagian barcode harga dari suatu barang telah diketahui.  Jadi scanner ini mirip seperti mesin photocopy perbedaannya kalau mesin photocopy hasilnya dilihat di kertas sedangakan scanner hasilnya dapat dilihat melalui monitor dan kita dapat melakukan perbaikan dan dismpan kembali.











Jumat, 09 November 2012

Tugas B.Indonesia

Tugas Kelompok B.Indonesia

Dini Hartuti Putri
Erbiyanto Nugraha
Fuji Lestari Hastuty


Tertinggalnya Indonesia dalam penerapan teknologi informasi dan komputer dibanding negara-negara tetangga merupakan satu hal yang tidak aneh, karena kemampuan manajerial para birokrat Indonesia belum mampu mengendalikan suatu pekerjaan yang sifatnya rutin dan semuanya terlihat pada keadaan dimana hampir disemua lini infrastruktur, Indonesia tertinggal dan dalam keadaan amburadul.
Melalui pengamatan penulis, ketertinggalan bangsa Indonesia dalam penerapan teknologi informasi disebabkan oleh banyak hal, diantaranya adalah sebagai berikut :


1. Tidak adanya komitmen dari pimpinan tertinggi yang selalu membuat “kambing hitam” kacaunya penerapan teknologi informasi di lingkungan pemerintahan. Dan berdasarkan pengalaman, memang salah satu sumber kegagalan kita untuk ikut dalam gelombang teknologi informasi adalah kebijakan yang tidak konsisten dan terkesan asal-asalan

2. Kemampuan tingkat manajerial di pimpinan sebagian besar tidak memiliki basis teknologi informasi, sehingga banyak sekali pekerjaan yang lebih effisien di penerapan teknologi informasi tidak dilirik atau bahkan dihindari penerapannya. Banyak sekali Kepala atau Pimpinan yang gagap teknologi, sehingga tidak dapat mengarahkan bawahannya untuk memanfaatkan teknologi informasi

3. Kalaupun institusinya ditekan untuk memanfaatkan teknologi informasi, biasanya Kepala atau Pimpinan tidak mengetahui dengan persis apa yang harus mereka lakukan, sehingga ahirnya mencari konsultan yang berbasis vendor tertentu sehingga seluruh proyeknya dikuasai oleh keuntungan semata, bukan menomor satukan pemanfaatannya

4. Infrastruktur penunjang tidak mendukung operasi yang berbasis teknologi informasi, seperti misalnya listrik yang kurang dan sering mati-nyala, gedung atau ruangan yang tidak memadai dan infrastruktur lainnya

5. Alasan klise yang memang menjadi kenyataan adalah terlalu luasnya Indonesia, sehingga penerapannya tidak dapat merata, baik karena kekurangan biaya maupun pemikiran yang terlambat karena konsentrasinya tidak dapat jalan sekaligus

6. Kebanyakan usia produktif dan yang bekerja di perkantoran tidak berbasis teknologi informasi, sehingga semua pekerjaan jalan seperti biasanya dan tidak pernah memikirkan effisiensi atau pemanfaatan teknologi informasi yang konsisten

7. Dunia teknologi informasi terlalu cepat berubah dan berkembang, sehingga tidak dapat diikuti dengan langkah yang “alon-alon asal kelakon”

Dari ketujuh alasan yang selalu kita dengar dan terjadi, maka dapat ditarik satu kesimpulan bahwa Indonesia akan maju dan tidak kalah dengan negara tetangga jika dalam pemerintahannya menerapkan teknologi informasi dan komputer untuk kegiatan sehari-harinya.

Pemanfaatan teknologi informasi ini sangat penting, karena nasib Indonesia di masa depan akan tergantung dari kemampuan masyarakatnya menguasai dan menerapkan teknologi informasi untuk pekerjaannya masing-masing.

Presiden Susilo Bambang Yudoyono sudah mengantisipasi hal ini dengan membentuk satu lembaga khusus dibawahnya, yaitu Dewan TIK Nasional (DeTIKnas) yang tugasnya memikirkan cara-cara pemerintah Indonesia untuk menerapkan teknologi infomasi dan komputer.

Berdasarkan tujuh atau lebih kondisi yang terjadi di masyarakat Indonesia, dilingkungan pemerintahan khususnya, maka dapat disimpulkan empat pokok pemecahan masalah atas ketertinggalan bangsa Indonesia terhadap negara tetangga, yang poin-nya adalah sebagai berikut:

1. Effisiensi Bandwidth untuk Indonesia

2. Pengembangan Local Content

3. Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Indonesia dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi

4. Kerja Sama Antar Departemen

Dalam posisi Indonesia yang sedang mencari bentuk dalam pengelolaan negara dan sifatnya yang terlalu sensitif terhadap isu politik dan sosial, memang sangat tidak mudah untuk mencari solusi.

Terjadinya tumpang tindih tanggung jawab diantara departemen dan bahkan terkesan saling menyalip kepentingan, yang ahirnya memperlambat penerapan penggunaan teknologi informasi yang memang selalu konsisten dan tidak mudah disisipi oleh “kebijaksanaan”.

Komitmen atasan merupakan salah satu kunci keberhasilan penerapan teknologi informasi di lingkungan pemerintahan, dan saat ini tidak mudah untuk mencari “atasan” yang punya wawasan kedepan dan mau menerobos berbagai kesulitan yang diakibatkan oleh penerapan teknologi informasi.
Infrastruktur yang tidak menunjang, tim teknis yang tidak handal dan masih tergantungnya semua bagian ke satu pekerjaan yang membutuhkan “kebijaksanaan” adalah hal-hal yang menghambat penerapan teknologi informasi di seluruh kantor pemerintahan.

Effisiensi Bandwidth untuk Indonesia

Saat ini penggunaan bandwidth di Indonesia sangat tidak effisien, kebanyakan orang Indonesia menggunakan mail server seperti yahoo.com, gmail.com, hotmail.com atau domain lainnya yang berada di Amerika atau di luar negeri. Dengan menggunakan domain yang berada diluar, otomatis kita memerlukan infrastruktur untuk mengakses jaringan tersebut, dan biaya untuk mengaksesnya lumayan mahal karena selain harus menggunakan satelit, kita juga tergantung kepada operator yang menguasai jaringan serat optik yang melintas laut luas.

Selain harus keluar negeri untuk mengakses data pribadi yang sebetulnya dapat dipasang di dalam kantor sendiri, keadaan pemanfaatan teknologi informasi di Indonesia juga kacau balau, karena semua departemen atau bagian mengakses sendiri-sendiri jaringan internetnya, sehingga ahirnya keadaan per-internet-an di dalam negeri menjadi kacau dan tidak effisien.

Sebetulnya tidak salah kalau setiap departemen atau bagian membangun jaringan akses sendiri, hanya saja, seringkali effisiensinya dibawah 50%, sehinga dana dan anggaran yang disediakan tidak terpakai separuhnya, atau bahkan hanya 25% jika diasumsikan sore dan malam hari sama sekali tidak terpakai.

Pemakaian bandwidth luar negeri ini memang sangat ironis sekali, karena selain menjadi kebutuhan pokok, ahirnya setiap departemen juga sangat tergantung pada operator asing untuk mengambil data yang semestinya ada di server di dalam kantor yang bersangkutan.

Ide yang diusulkan untuk menangani masalah ini adalah dengan membangun jaringan antar kota yang sudah diluncurkan dalam proyek Palapa Ring, dimana setiap kota diseluruh Indonesia berupaya untuk saling menyambung ke kota terdekat atau Jakarta sebagai pusat pemerintahan, sehingga besarnya jaringan ini ahirnya milik pemerintah yang memang diamanahkan untuk menguasai infrastruktur yang ahirnya selain dipakai untuk operasional pemerintahan, juga dapat dimanfaatkan oleh masayarakat sekelilingnya.

Pemborosan anggaran karena pembangunan yang tidak ada ujung pangkalnya dapat dihindari dan pada ahirnya, pemanfaatan bandwidth akan lebih dari 80% yang berarti penghematan lebih dari setengah yang sudah kita keluarkan saat ini.

Pengembangan Local Content

Berkaitan dengan effisiensi penggunaan bandwidth di pemerintahan yang sudah dipaparkan di bagian atas, pengembangan local content atau isi internet Indonesia (I3) juga merupakan satu hal yang harus dipikirkan.

Pemindahan email ke server lokal, pembangunan situs yang disimpan di server lokal dan pengembangan I3 lainnya merupakan langkah yang harus kita lakukan secara terus menerus dan tidak terputus.
Kelemahan selama ini adalah kita tidak memiliki konten yang handal yang dapat menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari, sehingga email saja harus dipasang di server luar negeri.

Pemerintah sebagai “enabler” merupakan solusi untuk memperkaya I3 dengan berbagai aplikasi yang berbasis web seperti perpanjangan Kartu Tanda Penduduk, Kartu Pindah, Kartu-Kartu lainnya yang secara berkala akan diakses oleh masyarakat 24/7 (dua puluh empat jam selama satu minggu penuh).
Penggabungan data antar departemen dan lintas sektoral ke swasta merupakan satu cara yang akan sangat effisien untuk meningkatkan pemakaian teknologi informasi di masyarakat, sehingga seluruh pekerjaan dapat dilakukan di rumah atau di kantor masing-masing, sehingga ahirnya juga akan menghemat penggunaan BBM dan effisiensi nasional.

Langkah awal yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah dengan membangun data centre di masing-masing kota propinsi, kotamadya dan kabupaten yang jumlahnya sekitar 461 kota, kemudian mengintegrasikan di pusat data (DRC) yang dikelola oleh Kominfo bekerja sama dengan Ristek untuk pengembangan dan pemiliharaannya.

Dengan dibangunnya data centre, diharapkan akan banyak pengembang aplikasi berbasis web yang akan berkreasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat luas, dan ahirnya kebutuhan masyarakat akan pengolahan data elektronik juga akan meningkat.

Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Indonesia dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi

Pemanfaatan teknologi informasi saat ini masih terkesan asal pakai saja, belum menyentuh pada kebutuhan yang primer, hanya melulu di bidang finansial dan pengelohan database, sementara untuk bidang-bidang lain seperti keamanan (security), effisiensi dan proses kerja masih sangat terbatas pemanfaatannya.

Penelitian tentang pemanfaatan teknologi informasi ini memang masih sangat terbatas, karena kebutuhan masyarakat masih merasakan belum menjadi kebutuhan primer.
Penggunaan perangkat mobile semacam Blackberry baru saja meledak dalam satu tahun terakhir ini, dan memang teruji dapat meningkatkan effisiensi dan unjuk kerja diperkantoran, sementara pemanfaatan teknologi informasi lainnya sedang diuji coba, misalnya mengatur peralatan jarak jauh, pemantauan kamera digital dan social network untuk komunitas tertentu.

Otomatisasi pembayaran di jalan tol, sistem pembayaran otomatis untuk bus way, kereta api, pesawat terbang atau kapal air, transaksi ditempat-tempat pembelajaan dan pembayaran-pembayaran yang menggunakan kartu khusus, semuanya sedang dalam taraf pengembangan, karena kemajuan di bidang ini sebetulnya yang dapat membuktikan kemampuan bangsa Indonesia dalam menerapkan teknologi informasi di kehidupan sehari-hari.

Pembuatan KTP, SIM dan kartu-kartu lainnya secara on-line dan dapat diakses dari rumah merupakan bagian penting dari peningkatan apresiasi masyarakat terhadap teknologi informasi, dan pada ahirnya kemajuan teknologi secara umum akan terbukti.

Untuk kontinuitas apresiasi masyarakat terhadap teknologi informasi, Departemen Pendidikan Nasional harus menerapkan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komputer sejak dini sehingga usia produktif dapat betul-betul memanfaatkan teknologi untuk kemajuan bangsa Indonesia secara menyeluruh.

Kerja Sama Antar Departemen

Kerja sama antar departemen atau bagian di dalam satu perkantoran merupakan pekerjaan besar yang harus dilalui untuk menerapkan penggunaan teknologi informasi secara nasional.
Saat ini, penerapan teknologi informasi dan komputer di lingkungan pemerintah masih tersebar secara acak dan tidak konsisten, apalagi dengan kondisi sistem pemerintahan yang berbasis ke arah vertikal, ketidak perdulian ke bagian lain secara horisontal menyebabkan banyak hambatan dalam penerapan teknologi informasi dan komputer di lingkungan pemerintahan.
Sudah ada beberapa departemen yang menerapkan “satu pintu” untuk pemanfaatan teknologi informasi dan komputer, tetapi antar departemen masih belum dapat terjadi karena anggaran dan kewenangannya berbeda dan tidak dapat dijadikan satu.

Adalah tantangan kita untuk membuat suatu sistem terpadu diantara semua departemen, sehingga satu sama lain dapat punya peran dan memanfaatkan teknologinya secara effisien dan tepat guna.
Keterlibatan Kominfo dalam bidang ini memang sangat diharapkan, apalagi pemerintah memang sudah berniat mengejar semua ketinggalan ini dengan membentuk DeTIKnas dan beberapa program-program yang berbasis teknologi informasi dan komputer.

Kesimpulan

Empat pokok pikiran ini jika diterapkan mudah-mudahan dapat meningkatkan pemanfaatan teknologi informasi dan komputer di Indonesia, dan jelas sekali bahwasanya pemerintah punya peran yang sangat besar dalam peningkatan penggunaan teknologi informasi dan komputer untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Hanya saja, sistem pemerintahan yang sudah jalan puluhan tahun ini semuanya berdasarkan pada repeating job, artinya selalu terjadi pengulangan pekerjaan yang selain tidak effisien juga tidak akurat.

Pengulangan pekerjaan ini dilakukan selama berpuluh tahun dan merupakan kunci untuk terjadinya penyimpangan-penyimpangan administrasi, dan kendala “perlawanan” terhadap sistem yang effisien dan menutup kemungkinan kecurangan merupakan cerita lain yang tidak mudah dijalankan.

Pendapat :
Indonesia akan maju dan tidak kalah dengan negara tetangga jika dalam pemerintahannya menerapkan teknologi informasi dan komputer untuk kegiatan sehari-harinya. Salah satu cara agar Bangsa Indonesia ini tidak tertinggal dalam penerapan teknologi informasi dan komputer adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat indonesia dalam memanfaatkan teknologi informasi yang ada. Karena penggunaan teknologi informasi pada saat ini semakin meluas di semua bidang.

Diksi dan Analisis diksi :
1.   Bandwidth dalam ilmu komputer adalah suatu penghitungan konsumsi data yang tersedia pada suatu telekomunikasi.
2.   Local content dalam Bahasa Indonesia yang benar adalah muata lokal atau isi lokal, juga mengandung arti materi/ informasi lokal tersebut dimasukkan dalam sebuah wadah.
3.    Data center dalam Bahasa Indonesia yang benar adalah pusat data yang artinya fasilitas yang digunakan untuk penempatan beberapa kumpulan  server  atau sistem   komputer   dan   sistem   penyimpanan   data  (storage)  yang   dikondisikan   dengan   pengaturan catudaya,  pengatur  udara,  pencegah bahaya kebakaran dan biasanya dilengkapi  pula dengan sistem pengamanan fisik.
4.    Enabler dalam Bahasa Indonesia yang benar adalah penentu artinya diperbolehkan
5.    Social network dalam Bahasa Indonesia yang benar adalah media online yang mendukung interaksi sosial (Sosial media) atau situs pertemanan komunitas

Menurut kami terdapat beberapa pilihan kata yang kurang cocok digunakan dalam artikel ini seperti :
1.   Ahirnya seharusnya digunakan menjadi “akhirnya”
2.    Amburadul seharusnya digunakan menjadi “berantakan”
3.    Kambing hitam dalam bahasa indonesia yang benar “mempersalahkan orang lain, padahal diri sendiri yang bersalah”
4.    Alasan klise dalam bahasa indonesia yang benar “alasan yang tetap”
5.    Alon-alon asal kolakon itu menggunakan bahasa jawa seharusnya dalam bahasa Indonesia yang benar “pelan-pelan asal terlaksana”
6.    Tumpang tindih dalam bahasa Indonesia yang benar “bercampur aduk”
7.    Dalam kalimat mencari “atasan” yang punya wawasan sebaiknya menggunakan kalimat “mencari pemimpin yang mempunyai wawasan”
8.    Dalam kalimat data yang semestinya ada di server sebaiknya menggunakan kalimat “data yang seharusnya ada di server”

Kelebihan dan kekurangan dalam artikel diatas adalah :
1.      Kelebihan dalam artikel
·      Artikel diatas memberikan informasi sebab ketertinggalan bangsa Indonesia dalam teknologi informasi
·      Artikel diatas mempunyai tema yang sesuai dengan judul dan apa yang dibahas  dalam artikel tersebut.
2.      Kekurangan dalam artikel
·      Pada artikel ini tidak memberikan arti dari istilah-istilah asing yang digunakan sehingga orang yang membaca kurang paham maksud dari istilah yang digunakan.
·      Seharusnya dalam artikel ini memberikan alenia sehingga dapat dibedakan dimana awal dari paragraf barunya.
·      Tidak memanfaatkan fasilitas dari ms.word seperti Justify (rata kanan-kiri) sehingga pada bagian kiri halaman terdapat ketidak-rataan seperti sebelah kanan halaman.
·      Nomor dari subjudul seharusnya diberi jarak agar terlihat rapi

 

Fuji's blog:) © 2010 Web Design by Ipietoon Blogger Template and Home Design and Decor