Selasa, 31 Januari 2012

Kasus 4 : Bank seruni

Bank Seruni Indonesia adalah bank besar di Yogyakarta. Bank ini mempunyai empat cabang yang terbesar di empat kabupaten di DIY. Selama beberapa bulan manajemen telah dan sedang mempertimbangkan suatu perubahan prosedur-prosedur evaluasi latihan. Suatu perubahan yang akan mempengaruhi baik departemen personalia maupun para manajer cabang. Rencana tersebut telah didiskusikan dengan semua orang yang akan dikenai, dan sebagian dari mereka menentang perubahan itu. Penyedia latihan, Atika Nurhadi, adalah salah seorang penentang yang paling keras.

Setelah diskusi dengan para pengelola bank lainnya, wakil direktur bidang personalia, Ramona Dangdut memutuskan untuk mengimplementasikan perubahan. Dia membentuk dan menyeleksi para anggota satuan tugas khusus untuk mengimplementasikan perubahan dan memilih Atika sebagai kepala satuan kerja tersebut. Ketika Ramona meminta kesedian Atika, dia menerima jabatan itu, dan kemudian berkata : “ Bapak tahu bahwa saya menentang perubahan ini. Mengapa Bapak memilih saya sebagai pimpinan?”

Ramona menimpali : “ Ya, Saya mengetahui ketidaksetujuan saudara. Kami memilih saudari karena kami menganggap bahwa bila ada berbagai kekurangan dalan usulan perubahan, saudari akan menemukannya. Dan kami percaya saudari dapat membetulkannya.”

Pertanyaan :

1. Mengapa seorang manajer seperti Ramona memilih pemimpin oposisi untuk mengimplementasikan perubahan ? Apakah saudara setuju dengan tindakan ramona tersebut?mengapa?

2. Berapa besar derajat kesuskesan Ramona dalam pelaksanaan perubahan menurut perkiraan saudara? Apa alas an saudara berpendapat demikian ?

Jawaban :

1. Karena pemompin oposisi itu dapat memberikan kritikan-kritikan yang membangun dan dapat menyelesaikan masalah dan kebijakan-kebijakan .Saya tidak setuju dengan tindakan Ramona,karena pada dasarnya atika tidak menyetujui keputusan yang sudah ditetapkan oleh Ramona. Mungkin awalnya atika akan bekerja secara maksimal dan akan menutupi kekurangan dalam usulan perubahan akan tetapi karena ketidak setujuan dengan apa yg ditetapkan oleh Ramona tersebut maka suatu saat pekerjaan yang dipegang oleh atika akan mudah bergeser.

2. 50% karena kesuksesan masih belom tentu dan anggota yang lain bisa setuju dengan cara yg di gunakan Ramona.

Kasus 1 : Hartoyo Sebagai Manager

Drs. Hartoyo telah menjadi manager tingkat menengah dalam departement produksi suatu perusahaan kurang lebih 6 bulan. Hartoyo bekerja pada perusahaan setelah dia pensiun dari tentara. Semangat kerja departemennya rendah sejak dia bergabung dalam perusahaan. Beberapa dari karyawan menunjukan sikap tidak puas dan agresif.

Pada jam istirahat makan siang, hartoyo bertanya pada drs. Abdul hakim,ak,manajer departemen keuangan, apakah dia mengetahui tentang semangat kerja yang rendah dalam departemen produksi. Abdul halim menjawab bahwa dia telah mendengar secara informasi melalui komunikasi “grapevine”, bahwa para karyawan hartoyo merasa tidak senang dengan pengambilan keputusan yang dibuat sendiri olehnya. Dia (hartoyo) menyatakan, “dalam tentara, saya membuat semua keputusan untuk bagian saya, dan semua bawahan mengharapkan saya untuk berbuat seperti itu.”

Pertanyaan kasus :

1. 1. Gaya kepemimpinan macam apa yang digunakan oleh hartoyo? Bagaimana keuntungan dan kelemahannya? Bandingkan motivasi bawahan hartoyo sekarang dan dulu sewaktu tentara.

2. 2. Konsekuensinya apa, bila hartoyo tidak dapat merubah gaya kepemimpinannya? Apa sran saudara bagi perusahaan, untuk merubah keadaan?

Jawaban kasus :

1. 1. Drs. Hartoyo menggunakan kepemimpinan militer yang memiliki gaya kepemimpinan yang tegas.

2. 2. Keuntungannya :karyawan Hartoyo menjadi pribadi yang disiplin dan
tegas.

Kelemahannya :Drs.Hartoyo tidak dapat menerima kritik atau saran dari
karyawannya dikarenakan Drs. Hartoyo tidak dapat
berkomunikasi dengan baik dengan karyawannya
Drs.Hartoyo terbiasa membuat semua keputusan untuk
bagian dirinya sendiri.

Karena gaya kepemimpinan itulah yang didapatkan oleh Drs.Hartoyo ketika di tentara sebelumnya, sehingga terbawa hingga sekarang.

3. 3.Konsekuensi yang akan terjadi pada Drs.Hartoyo adalah :

Drs.Hartoyo dapat di acuhkan dan diabaikan oleh karyawannya karena gaya kepemimpinan yang diterapkan kepada karyawannya masih bersfat militer.

Saran saya : Drs.Hartoyo harus merubah gaya kepemimpinannya menjadi pribadi yang baik, dapat lebih baik berkomunikasi dengan karyawannya, dapat menerima kritik dan saran yang di berikan oleh karyawannya.

Rabu, 11 Januari 2012

Kepemimpinan

* KEPEMIMPINAN adalah suatu kegiatan mempengaruhi orang lain agar orang tersebut mau bekerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kepemimpinan juga sering dikenal sebagai kemampuan untuk memperoleh konsensus anggota organisasi untuk melakukan tugas manajemen agar tujuan organisasi tercapai.

* Tipe-tipe Kepemimpinan :

1. Tipe Otokrati

Ciri-cirinya antara lain :

a. Mengandalkan kepada kekuatan/kekuasaan

b. Menganggap dirinya paling berkuasa

c. Keras dalam mempertahankan prinsip

d. Jauh dari para bawahan

e. Perintah diberikan secara paksa

2. Tipe Laissez Faire

Ciri-cirinya antara lain :

a. Memberi kebebasan kepada para pahlawan

b. Pimpinan tidak terlibat dalam kegiatan

c. Semua pekerjaan dan tanggung jawab dilimpahkan kepada bawahan

d. Tidak mempunyai wibawa

e. Tidak ada koordinasi dan pengawasan yang baik

3. Tipe Paternalistik

Ciri-cirinya antara lain :

a. Bersikap melindungi bawahan

b. Bawahan dianggap manusia yang belum dewasa

c. Jarang ada kesempatan pada bawahan untuk mengambil inisiatif

d. Bersikap maha tahu

4. Tipe Militeristis

Ciri-cirinya antara lain :

a. Lebih sering mempergunakan perintah terhadap bawahan

b. Perintah terhadap bawahan sangat tergantung pada pangkat dan jabatan

c. Menyenangi hal-hal yang bersifat formal

d. Sukar menerima kritik

e. Menggemari berbagai upacara

5. Tipe Demokratis

Ciri-cirinya antara lain :

a. Semua kebijaksanaan dan keputusan dilakukan sebagai hasil diskusi dan musyawarah

b. Kebijaksanaan yang akan dating ditentukan melalui musyawarah dan diskusi

c. Anggota kelompok, bebas bekerjasama dengan anggota yang lain, dan berbagai tugas diserahkan kepada kelompok

d. Kritik dan pujian bersifat objektif dan berdasarkan fakta-fakta

e. Pemimpin ikut berpartisipasi dalam kegiatan sebagai anggota biasa

f. Mengutamakan kerjasama

6. Tipe Open Leadership

Tipe ini hampir sama dengan tipe demokratis perbedaannya terletak dalam hal pengambilan keputusan. Dalam tipe ini keputusan ada ditangan pemimpin.

* Teori dalam Kepemimpinan

Kegiatan manusia secara bersama-sama selalu membutuhkan kepemimpinan.Untuk berbagai usaha dan kegiatannya diperlukan upaya yang terencana dan sistematis dalam melatih dan mempersiapkan pemimpin baru.





 

Fuji's blog:) © 2010 Web Design by Ipietoon Blogger Template and Home Design and Decor