Rabu, 20 November 2013

Cloud Computing


Cloud computing adalah sebuah mekanisme, dimana sekumpulan IT resource yang saling terhubung dan nyaris tanpa batas, baik itu infrastruktur maupun aplikasi, dimiliki dan dikelola sepenuhnya oleh pihak ketiga, sehingga memungkinkan customer untuk menggunakan resource tersebut secara on demand melalui network, baik yang sifatnya jaringan private maupun publik. Hasil dari evolusi bertahap di mana sebelumnya terjadi fenomena grid computing, virtualisasi, application service provision (ASP) dan Software as a Service (SaaS). Konsep penyatuan computing resources melalui jaringan global sendiri dimulai pada tahun ‘60-an. Saat itu muncul “Intergalactic computer network” oleh J.C.R. Licklider, yang bertanggung jawab atas pembangunan ARPANET (Advanced Research Projects Agency Network) di tahun 1969. Beliau memiliki sebuah cita-cita di mana setiap manusia dapat terhubung dan bisa mengakses program dan data dari situs manapun, di manapun. Menurut Margaret Lewis, Direktur Marketing Produk AMD. “Cita-cita itu terdengar mirip dengan apa yang kini kita disebut dengan cloud computing”. John McCarthy yang menawarkan ide mengenai jaringan komputasi yang akan menjadi infrastruktur publik, sama seperti the service bureaus yang sudah ada sejak tahun ‘60-an.
Semenjak tahun ‘60-an, cloud computing telah berkembang berdampingan dengan perkembangan Internet dan Web. Namun terjadi perubahan teknologi bandwidth yang cukup besar pada tahun 1990-an, maka Internet lebih dulu berkembang dibanding cloud computing. Batu lompatan besar datang di tahun 2009 dengan Web 2.0 mencapai puncaknya. Google memulai untuk menawarkan aplikasi browser-based untuk perusahaan besar, seperti Google Apps.
“Kontribusi yang paling penting dari komputasi cloud adalah “killer apps” dari Microsoft dan Google. Ketika perusahaan tersebut mengirimkan layanan dalam bentuk yang mudah untuk di konsumsi, efek penerimaannya menjadi sangat luas”, menurut Dan Germain, Chief Technology IT provider Cobweb Solution. “Faktor utama lainnya yang mempengaruhi berkembangnya komputasi cloud antara lain matangnya teknologi visual, perkembangan universal banwidth berkecepatan tinggi, dan perangkat lunak universal”, menurut Jamie Turner sang pelopor komputasi cloud. Turner menambahkan, “cloud computing sudah menyebar luas hingga kepada para pengguna Google Doc.

Karekteristik Cloud service :
1.      Sangat cepat di deploy, sehingga bersifat instant untuk implementasi.
2.      Biaya start-up cukup terjangkau, meminimalisir adanya modal investasi yang mahal.
3.      Service ini mudah di upgrade dengan cepat tanpa adanya penalty.



Perhatikan titik-titik komputer/server sebagai gabungan dari sumber daya yang akan dimanfaatkan. Lingkaran-lingkaran sebagai media aplikasi yang menjembatani sumber daya dan cloud-nya adalah internet. Semuanya tergabung menjadi satu kesatuan dan inilah yag dinamakan cloud computing.


Cloud computing mempunyai 3 tingkatan layanan yang diberikan kepada pengguna, yaitu :
1.      Infrastructure as service, hal ini meliputi Grid untuk virtualized server, storage & network. Contohnya seperti Amazon Elastic Compute Cloud dan Simple Storage Service.
2.      Platform as a service, hal ini memfokuskan pada aplikasi dimana dalam hal ini seorang developer tidak perlu memikirkan hardware dan tetap fokus pada pembuatan aplikasi tanpa harus mengkhawatirkan sistem operasi, infrastructure scaling, load balancing dan lain-lain. Contohnya yang sudah mengimplementasikan ini adalah Force.com dan Microsoft Azure investment.
3.      Software as a service, hal ini memfokuskan pada aplikasi dengan Web-based interface yang diakses melalui Web Service dan Web 2.0. Contohnya adalah Google Apps, SalesForce.com dan aplikasi jejaring sosial seperti FaceBook.

Sumber :





Selasa, 12 November 2013

WBS Penulisan Ilmiah


WBS (Work Breakdown Structure) yaitu Pembagian pekerjaan kedalam bagian yang lebih kecil sebelum mengerjakan proyek atau program. WBS yang ada pada Penulisan Ilmiah (PI) Saya yang berjudul “Aplikasi Sistem Parkir menggunakan Visual Basic.Net 2010 dan Microsft Office Access 2007” seperti berikut :
1)      Pencarian data yang ada pada Sistem Parkir
2)      Pembuatan Flowchart, ERD, Storyboard
3)      Pembuatan database menggunakan Microsft Office Access 2007
4)      Proses pembuatan aplikasi menggunakan Visual Basic.Net 2010
5)      Implementasi aplikasi dalam bentuk .exe
6)      Uji coba aplikasi.
Contoh WBS Penulisan Ilmiah yang dibuat menggunakan Flowchart, seperti dibawah ini :



 

Fuji's blog:) © 2010 Web Design by Ipietoon Blogger Template and Home Design and Decor